Esthi mencintai senja. Bukan senja yang biasa. Senja ketika di Laut Merah, tempat favoritnya bersama orang yang ia kasihi, Alvin. Disana, ia memadu kasih, membuat janji selamanya bersama.
Tatkala, semuanya berubah menjadi mimpi buruk. Alvin, orang yang selalu ia rindukan, orang yang selalu menjanjikan kebahagiaan, kini telah membuatnya gelisah. Sering bertanya-tanya dan merasa tidak pasti. Esthi mungkin tidak menceritakan semua ini pada sahabatnya, terlalu sedih jika orang-orang yang ia sayangi melihatnya luka. Esthi hanya bisa mencurahkan isi hatinya pada diary kesayangannya "Listen to My Heart"
Sanggupkah ia membenci Alvin? Sanggupkah ia menerima Eross menjadi seorang yang lebih dari sekadar sahabat? Atau, ia merelakan Eross untuk Nadiine? Apakah Esthi masih merindukan senja di Laut Merah setelah semua yang terjadi atau berusaha menguburnya sebagai kenangan yang menyakitkan?
